Oleh: Leo Sutrisno
Banyak sekolah, pertengahan Maret 2020 ini, mulai melakukan belajar dalam jaringan (daring) di rumah masing-masing. Dengan harapan para siswa tidak terlalu sering berkumpul dalam kelompok besar sehingga dapat membantu memperkecil penyebaran Covid-19.
Ada beberapa informasi yang dikirim lewat WA, SMS, dan e-mail yang intinya mengabarkan bahwa banyak siswa yang merasa kesulitan. Dalam tulisan ini disajikan hal ihwal membaca. Selain itu, disajikan pula hasil survai PISA 2018 tentang kemampuan membaca anak usia sekitar 15 tahun (kelas 8 atau kelas 2 SMP) secara internasional (78 negara).
Belajar dalam jaringan, bagi sebagian besar siswa di Indonesia merupakan hal yang baru. Ada sejumlah perubahan dari belajar di dalam kelas. Salah satu di antaranya adalah berubah dari mendengarkan dan membuat catatan atau menyalin dari papan ke membaca dan membuat catatan sendiri.
Perubahan ini membuat banyak siswa susah untuk menyesuaikan diri. Karena, mereka sudah terbiasa menerima total inti sari materi yang telah dibuat olah guru. Sementara, belajar dalam jaringan, memaksa mereka ‘harus’ membaca, memahami isi teks, dan membuat catatan sendiri.
