Opini

Ketika Tentara Jepun Porakporanda di Hutan Borneo Barat

Ketika Tentara Jepun Porakporanda di Hutan Borneo Barat

Hal itu memicu kemarahan Jepang dan anteknya. Mereka menangkap para cendekiawan, tokoh masyarakat, dan Sultan se-Kalbar, lalu disunkup/dibunuh. Beberapa dokumen perlu diverifikasi jumlahnya. Ada yang menyatakan hingga 40.000 orang meninggal.

Memang tidak semua dibawa ke Mandor, tetapi hampir setiap daerah ada tempat eksekusi Jepang. Seperti di Pontianak ada parit Jepun, Parit Tengkorak, Tugu depan Kantor Post Lama tak Jauh dari Kantor Wali Kota Pontianak. Di Tayan, Gudang Garam, sekitar bekas kantor VoC . Intinya Kalbar sempat lost generation (kehilangan satu generasi emasnya).

Hasil wawancara beberapa tokoh pejuang Kalbar yang selamat, bagaimana para pejuang itu mampu mengalahkan tentara Jepang di rimba Borneo. Ternyata, teknik berburu hewan salah satu yang digunakan, dari mulai penerapan arah angin dengan indikator tumbuhan bergerak, suara hewan dan gerakan alam menjadi penunjuk membaca pergerakan tentara Jepang. Mereka menggunakan senjata sumpit, tombak, lantak dan panah. Ceritanya lebih seru di film War of The Arrow, bagaimana gigihnya para pejuang dulu. Tunggu saja narasi lengkapnya di sebuah novel…

Dari bergerak dedaunan dan hembusan angin, mereka sudah tahu pergerakan tentara Jepun. Sumpit dan panah tinggal diarahkan saja, sehingga salah satu Komandan tentara Jepangpun pada saat perang Majang meninggal, ia bernama Takeo Nagatani.

Alfateha bagi mereka yang menjadi korban keganasan Jepun.