Patriark Bartolomeus, misalnya, menganjurkan agar kita mencari solusi tidak hanya dalam teknologi tetapi juga dalam etika, perubahan sikap manusia. Santo Fransiskus dari Asisi, oleh Paus Fransiskus disebut sebagai ‘contoh unggul’ dalam melindungi pihak yang rentan dengan konsepnya ‘ekologi intigral’ yang dihayati dengan gembira. Bagi Santo Fransiskus dari Asisi, setiap makhluk di Bumi ini adalah seorang saudara yang bertemu dengannya oleh ikatan kasih sayang. Selain itu, alam merupakan sebuah ‘kitab’ yang sangat indah. Di dalam alam, Allah berbicara kepada kita serta memberi kita sekilas pandangan tentang kebaikan-Nya yang tanpa batas.
Paus Fransiskus meminta diadakan dialog baru tentang bagaimana kita membentuk masa depan planet kita, Bumi. Dialog-dialog itu mesti melibatkan semua orang. Kita semua mesti menjadi sarana Allah untuk melindungi keutuhan ciptaan.
Paus Fransiskus berharap agar ajaran Laudato Si ini dapat membantu kita semua untuk mengakui betapa besar dan mendesak tetapi juga indah tantangan-tantangan yang sedang dihadapi dewasa ini, yaitu Bumi yang sedang menjerit karena kerusakan yang telah kita timpakan padanya.
Leo Sutrisno
Pakem Tegal, Yogya
1-8-2019
