Keempat, banyak tanda yang menunjukkan bahwa pertumbuhan selama dua abad terakhir ini telah membawa kemerosostan sosial yang nyata. Hanya sedikit kota yang ‘hijau’. Kita telah kehilangan kontak fisik dengan alam. Kehadiran teknologi media sosial dan dunia digital di mana-mana menghalangi orang untuk hidup dengan bijaksana, berpikir secara mendalam, dan mencintai dengan murah hati. Kita telah mengalami kemerosotan sosial yang semakin nyata.
Kelima, kerusakan lingkungan dan kemerosotan sosial terutama merugikan mereka yang paling lemah di Bumi, karena mereka tidak mempunyai kemampuan untuk menghadapinya. Sementara itu, untuk mengatasi dampak pemanasan global, tingkat konsumsi di negara-negara kaya semakin tinggi. Terjadilah ketimpangan global yang semakin kuat.
Paus Fransiskus mengajak untuk menciptakan sebuah kerangka hukum yang menjamin perlindungan ekosistem untuk melawan dominasi sistem kekuasaan baru yang berlandasan pada paradigma tekno-ekonomi. Menghadapi kerusakan lingkungan, perlu diciptakan skenario-skenario yang berbeda karena tidak hanya ada satu jalan keluar. Gereja berusaha mendengarkan semua pihak dan mendorong debat tulus di antara para ilmuwan sambil menghargai keragaman pendapat.
Leo Sutrisno
Pakem Tegal, Yogya
2-8-2019
