Temuan ini, bagi saya, amat menakjubkan: menandakan bahwa tradisi literasi dan kepengarangan di masyarakat Islam sudah begitu maju pada era yang masih cukup dini, yaitu dua abad setelah wafatnya Kanjeng Nabi.
Di bawah ini adalah salah satu contoh halaman dalam manuskrip terasebut. Di sana kita baca sebuah hadis yang terkenal tentang larangan “membiarkan onta yang hendak dijual untuk tidak diperah, sehingga susunya tampak gemuk ‘kimpu-kimpu’ dan menarik para calon pembeli” (لا تصروا الإبل والغنم).
Sekian. Selamat menikmati akhir pekan, kanrekan!
Yang hendak membaca seluruh manuskrip ini, bisa mengecek lewat tautan di bawah.
Informasi ini saya peroleh dari laman berikut:
