Keuntungan tijaroh diputar ke SDM.
Berapa total semua “santri penerima amanah” yang penuh dedikasi berkhidmat di Masjid ini?
300 santri.
Itu artinya Payroll ujroh ke 300 SDM.. Setiap bulan.
Total SDM dari 3 wilayah amal diatas.
*
Oke….
Kembali ke gagasan di awal.
Kalo Masjid “seratus paragraf” seperti Munzalan, butuh pemimpin dengan kapasitas staff tukang catat? Atau CEO?
Saya melihat Kiyai Luqman menguasai 3 dimensi ini.
Gerak sosial beliau faham, founder Gerakan Infaq Beras, menggerakkan 3000 PASKAS Se Indonesia. Menggerakkan 400 ton lebih beras.
Pendidikan beliau ngelotok. 10 Tahun di Gontor. Master di Kuala Lumpur, kampus terbaik. Search lah.
Ekonomi beliau khatam, komisaris di beberapa perusahaan. Produktifitas ngerti, manajemen faham, organisasi faham, keuangan faham, legal faham, digital ngerti.
Ini kalo bukan kapasitas CEO, jadi apaan donk?
Saya gak bahas Kiyai Luqman digaji berapa. Beliau memutuskan tidak digaji. Nah lho.
Tapi saya hanya ingin kembali bertanya…
Jika Masjidnya ingin menjadi masjid “seratus paragraf”, kira-kira butuh leader seperti apa?
Jadi sebelum kita berdiskusi panjang lebar, kita sepakati dulu :
Kita mau bangun masjid satu paragraf, atau seratus paragraf?
URS – Provoke The Ummah
