Jika hampir seluruh perkuliahan dari semester 1-6 diberikan penugasan berupa makalah, seharusnya perkara menulis skripsi bukanlah persoalan bagi mahasiswa. Jika 1 semeter mahasiswa ditugaskan membuat 10 makalah, maka 6 semeter artinya ada 60 makalah. Bukan jumlah yang sedikit.
Akan tetapi kenyataan di lapangan menampilkan bahwa tidak sedikit mahasiswa yang mengalami kesulitan menulis skripsi. Mengapa demikian? Mungkin jawaban yang terlintas di benak adalah karena terbiasa Copas atau Copy paste. Ya, sebagian besar mahasiswa melakukan plagiasi, berbohong, demi memenuhi tugas, kemudian mendapat nilai. Apakah tindakan demikian boleh mendapatkan pembenaran? Seharusnya tidak, apa lagi para pelakunya mahasiswa yang didik di instansi negeri Islam dan berada di Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah.
Lebih dari tidak pantas, calon juru dakwah tebiasa berbohong dan membohongi guru.
Oleh sebab itu, keberadaan program Rumah Literasi FUAD (Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah) IAIN Pontianak pantas mendapatkan apresiasi dan patut diajungi jempol. Program yang memberikan bimbingan kepenulisan kepada para mahasiswa baru selama 1 semester. Dengan dibekali keterampilan menulis mahasiswa didorong untuk berlaku jujur dan dapat mempertanggungjawabkan hasil pembelajarannya secara ilmiah. Ya, memang ketidaktahuan penyajian materi dalam bentuk tulisan bukalah satu-satunya alasan yang melatarbelakangi mahasiswa memilih untuk copy paste. Namun, hal ini mengurangi daftar alasan yang membuat mahasiswa melalaikan tugas.
