Oleh: Yusriadi
Lebaran memang masih lama. Jika dihitung dari awal puasa ini, lebaran masih lebih dari tiga pekan lagi. Tak cukup jari tangan dan kaki untuk menghitungnya.
Tetapi, jangan senyum-senyum dahulu melihat orang yang sudah memikirkan lebaran jauh-jauh hari. Jangan lihat hal itu sebagai hal yang salah.
Tidak. Memikirkan lebaran di awal puasa, tidak salah. Apalagi dalam tradisi masyarakat kita. Seperti dalam banyak hal, kita memiliki kebiasaan futuristik dan visioner. Secara umum kita menikmati kehidupan dan akan berpikir masih hidup besok, besok dan seterusnya.
Jamak dijumpai, kita sudah memikirkan lebaran jauh-jauh hari sebelum lebaran. Sebulan sebelumnya. Bahkan, setahun sebelumnya.
Ya, sebagian dari kita misalnya sudah memikirkan lebaran tahun ini di sini, lalu tahun depan di sana. Sudah disusun rencana dan persiapannya.
Orang-orang kita sudah memikirkan lebaran tahun ini dengan kue ini dan itu, lalu lebaran tahun depan dengan kue ini dan itu. Kita punya arisan lebaran untuk berbagai jenis kue, sapi dan ayam.
Kita sudah memikirkan merenovasi rumah, mengganti langsir, membeli sofa, dan lain sebagainya. Rumah yang elok dipandang tetamu yang datang sudah muncul dalam bayangan.
