Padahal Beliau (Anhar) n Abah teman baik. Tapi untuk hal itu Beliau tidak gentar sedikitpun. Abah coba mendebatnya dengan bahasa halus yang menyinggung budaya “sirik-nya”, karena Abah pakar budaya Bugis sirik-masirik yang Beliau paham akan kepakaran Abah mengenai itu. Beliau sempat terdiam dan coba untuk tidak mendebat lagi.
Prof Yasmine tetap kekeh memasukkan kata pengantar Abah untuk buku Muhammad Thamrin karya Ummi Yasmine yang menyinggung tentang peranan Sultan Hamid II. Betapa marahnya Anhar Gonggong menerima hal itu. Beliau katakan seorang sehebat Muhammad Thamrin tidak pantas dalam bukunya dimasukkan seorang pengkhianat seperti SH II. Saya sempat emosi. Tetapi Abah mengingatkan saya untuk tetap tenang.
Oh yaa. Keluarga Shahab juga sedang memperjuangkan keluarga mereka untuk gelar pahlawan: Ashrad Shahab. Tetapi belum selesai.
Ummi Yasmine Shahab sempat bercerita kepada saya dua minggu yang lalu di rumahnya di Jakarta tentang keluarga Anies Baswedan (kini Gubernur DKI Jakarta, red), bahwa orang Yogya juga memperjuangkannya selama empat tahun baru dapat gelar pahlawan di tahun ini bagi kakek Anies Baswedan.
Jadi perjuangan untuk gelar pahlawan memang butuh waktu panjang. Ummi katakan, seminar atau gaung memang harus dibuat sebesar-besarnya, agar semua masyarakat di luar Kalbar paham jasa Sultan Hamid II terhadap Lambang Negara hingga pengakuan kemerdekaan dari Belanda.
