in

Muh Azdi dan Dr Ismail Ruslan–Ikatan Pergerakan Wakaf Kalbar

nur is azdi imail ruslan

Oleh: Nur Iskandar

Dua orang hebat di sebelah saya: Muhammad Azdi dan Dr Ismail Ruslan.

Saya mau cerita sedikit. M Azdi sosok di balik reformasi Sirajul Islam, salah satu mesjid tertua di Kota Pontianak yang punya lembaga pendidikan Badan Wakaf Raudhatul Islamiyyah, disingkat Bawari. Berdiri sejak 1936! Tamatan pertama adalah KH Ahmad Jongkong. Ulama besar di hulu Kapuas yang anak didiknya kini mewarnai IAIN Pontianak, sebutlah Dr Hermansyah, Dr Ibrahim dan sohib sekaligus Abang saya Dr Yusriadi, MA. Ini Sirajul Islam di bawah Badan Kemakmuran Mesjid bersama M Azdi dkk saya saksikan punya program keumatan yang sangat besar dalam mensejahterakan jamaah.

Dr Ismail Ruslan, Dekan FUAD IAIN juga sohib para doktor yang saya sebutkan di atas. Pria Ketua FKUB Kalbar ini mereformasi banyak hal. Antaranya adalah produksi literasi yang terus hadir dan mengalir bak air bah. Ketua bidang Litbang FKPT Kalbar ini juga yang merekomendasikan diri saya masuk Badan Wakaf Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Ada pertalian wakaf dan sejarah hingga kami duduk semeja di foto ini. Semoga kedua orang hebat di samping saya dianugerahi Allah SWT syurga yang tak pernah terbayang kenikmatannya. Senantiasa sehat dan bahagia bersama keluarga dunia akhirat. Amiin yra 💓.

Baca Juga:  Mengenang HMI -- Mengenang Bang Awang

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

dr leo sutrisno

Mia, Minta Tambah Lagi Lima Menit

buku kahar mzakar

Bedah Buku-Berguru-Mencari Pakar Sejarah yang Obyektif