Oleh: Farninda Aditya
Namanya Crew LPM Eksis. Grup untuk WhatsApp Alumni LPM Warta. Tepatnya, itu angkatan tua. Sebenarnya, grup ini dibentuk untuk memudahkan komunikasi sewaktu reuni tahun lalu. Bukan reuni besar-besaran, temu kangen dengan makan siang di rumah Kak Ica. Bendahara Umum LPM Abad 2008.
Saat Kalbar Book Fair 2017, ide menulis buku tercetus dari Ambaryani yang pernah menjabat sebagai Redaktur. Pada masanya, ia sangat terkenal dengan tukang beleter. Jika ada berita belum masuk, atau belum ada tanda-tanda turun lapangan, dialah orang yang ditakutkan di ruang redaksi.
Ide pun diamini. Maklum, pada masa kejayaan mereka sebagai mahasiswa-aktivis, mereka memang aktif menulis. Tak hanya di Warta produk dari LPM. Mereka menulis di media juga menulis buku. Buku berjudul Mimpi di Borneo dan Jalan Menuju Dakwah adalah dua di antaranya. Beasiswa untuk formasi Karya Tulis Ilmiah, mereka mengantonginya. Bahkan, ada yang sampai ke Amerika. Lulusan terbaik-tercepat juga ada di anggota ini.
Sayangnya, kesibukan ala Mak-mak dan aktif bekerja membuat tulisan ini tak rampung sesuai jadwal. Lalu, tanggal 12 Januari pun menjadi deadline. Sayang, tulisan yang masuk hanya dua. Hanya, dari Ambaryani dan Mely Diana-sang anggota Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Anggota.
