Opini

Pasinaon: Bijak Menyikapi Informasi

Pasinaon: Bijak Menyikapi Informasi

Kini kita semua ‘hidup’ dalam dunia maya. Bukan hanya cara berkomunikasi yang mengalami perubaahan, tetapi juga isi yang dikomunikasikan pun berubah baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Itu terjadi akibat kemajuan teknologi informasi yang sangat cepat.

Dewasa ini, setiap orang diterjang ‘banjir bandang’ informasi selama 24 jam sehari. Sekali lagi bukan hanya jumlahnya yang sungguh amat sangat banyak tetapi juga kualitasnya yang sungguh beragam, dari yang sangat bagus hingga yang sangat jelek, bagai ‘sampah kotor’.

Bagi sebagian besar orang Indonesia, banjir bandang informasi ini mengakibatkan peristiwa ‘gegar budaya’. Karena, mereka ‘dengan tiba-tiba’ menerima informasi yang sangat beragam dalam jumlah yang sangat banyak. Sementara, kemampuan mengelola informasi dalam jumlah besar dan beragam dalam waktu singkat belum dimiliki.

Dampak banjir bandang informasi ini adalah banyak orang cenderung ‘memilih’ informasi-informasi yang kualitasnya masih dapat dipertanyakan. Karena, sifat-sifatnya yang cenderung sensasional. Informasi-informasi semacam itu bagi sebagian besar orang sangat mudah dicerna. Menurut panjangnya, informasi semacam itu sekitar 100 kata. Singkat, sensasional dan artifisial.

Namun demikian, walaupun hanya sekitar seratus kata karena jumlahnya sangat besar, banyak orang memepercayainya bahwa informasi semacam itu sudah lengkap dan dapat dipercaya. Jadilah pengetahuan mereka sebatas pengetahuan seratus kata.