“Rahwana, Tak mungkin, Nak, tak mungkin kau ingin menjadi kedua-duanya. Ingatlah, Nak, hidup ini adalah ‘cakra menggilingan’, yang selalu berputar. Ketika kau sedang di bawah tak mungkin kau sekaligus berada di atas.” Lanjut si katak.
“Seharusnya kau justru berharap dan minta belas kasih kepada yang di atas, jika hidupmu sedang di bawah. Kalau kau ingin senantiasa bekuasa di atas, samalah artinya kau ingkari hidupmu yang sedang berada di bawah. Maka, Nak, itu artinya kau mengingkari hidupmu sendiri” Kata si katak.
Rahwana seakan tak percaya, setelah berkata demikian tiba-tiba si katak berubah menjadi Sang Hyang Girinata, raja para dewa. Dan, naga berubah menjadi Batara Narada. Buru-buru Rahwana melakukan sembah.
(Sumber: Sindhunata, 1999, Anak bajang menggiring angin)
Silahkan dibahas lebih dalam.
Pakem Tegal 17-4-2019
