Jujur terhadap orang lain juga berarti ‘fair’. Dalam bahasa Indonesia tidak tersedia kata padanan dari kata ‘fair’ ini. Sebagian orang memadankan ‘fair’ dengan ‘adil’. Walau pun, makna ‘adil’ harus dijelaskan sebagai ‘kita diperlakukan oleh orang lain sama dengan apa yang kita lakukan terhadap orang lain itu’. Dalam olah raga kita mengenal istilah ‘fair play’. Maksudnya, semua bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku.
Namun, perlu diingat bahwa kita dapat jujur kepada orang lain (terbuka dan fair) jika kita jujur terhadap diri sendiri. Itu berarti kita tidak boleh bersandiwara kepada diri sendiri. Dengan begitu jujur berarti ‘seiya-sekata’. Apa yang kita lakukan sama persis dengan yang kita pikirkan atau kita rasakan.
Tanpa kejujuran yang sesungguhnya, jujur terhadap orang lain dan jujur terhadap diri sendiri, kita tidak dapat memperoleh kemajuan. Itu berarti kita belum menjadi diri kita sendiri. Kita masih menjadi ‘boneka’ orang lain.
Selain itu, menjadi orang jujur perlu keberanian. Kita mesti berani melepaskan topeng-topeng yang menutupi wajah kita agar tampak wajah kita yang sesungguhnya.
