“Bila kau sendiri telah bebas, Barata, saat itulah kau sungguh dapat mencintai rakyatmu.”
“Barata, hari sudah hampir malam, pulangkah ke Ayodya, dan jadikan Ayodya kerajaan cinta. Dimana tiada permusuhan dan percecokkan. Dan, kedamaian selalu menjadi awan-awannya. Tugasmu berat, Barata, seperti berlayar di samudra dengan perahu kecil. Namun, itulah yang harus kau buat bagi rakyat Ayodya. Selamat jalan,Adikku.”
Baca Juga:Mengenang Prof. Dr. Haitami Salim
(Sumber: Sindhunata, 1999, Anak bajang menggirng angin)
Silahkan dibahas lebih dalam.
Pakem Tegal 13-4-2019
