Opini

Hidup-Mati Perempuan di Kursi Pimpinan DPR

Hidup-Mati Perempuan di Kursi Pimpinan DPR
Foto penulis bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Kalau rekan separtai saja bisa beda pendapat, apalagi rekan berbeda partai. Saya masuk DPR sejak awal disimpan di komisi 3, langsung ditunjuk sebagai Sekretaris Poksi (kelompok Fraksi) Partai Demokrat di Komisi 3. Mendampingi singa parlemen Benny K. Harman yang Kapoksi sekaligus Wakil Ketua Komisi 3. Empat tahun, saya belajar banyak dari Om BKH, demikian saya memanggilnya. Cerdas dan ketekunan mantan aktivis YLBHI ini sangat menginspirasi.

Saat Om BKH maju sebagai calon gubernur, ia mundur dari DPR. Saya kemudian ditunjuk pak SBY jadi pimpinan Komisi 3. Saya tak pernah menyangka akan mendapat tugas itu. Senior dan jagoan di Komisi 3 nih banyak. Komisi 3 adalah Komisi yang selalu jadi sorotan media nasional. Isu hukum, HAM dan perundang-undangan, tak pernah tak jadi kontroversi di Indonesia. Konon kabarnya, masuk di Komisi 3 juga tak sembarang orang. Perdebatannya keras sekali.

Saat jadi wakil Ketua Komisi 3, saya menjadi perempuan pertama dalam sejarah DPR RI yang pernah menjadi pimpinan Komisi Hukum. Saya menambah satu orang perempuan di jajaran pimpinan komisi. Sebelumnya senior saya dari Golkar yakni mbak Hetifah udah jadi pimpinan Komisi Pendidikan, Ninik H dari PKB jadi pimpinan Komisi Pemerintahan. Masa 2014 – 2019, hanya 3 saja perempuan yang jadi pimpinan komisi/badan.