Oleh: Alwahono
Sebelum menjawab pertanyaan saya akan menjelaskan dulu bagaimana sejarah pendirian APKPI.
APKPI berdiri sebagai perwujudan dari minimnya komunikasi antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, dimana tidak ada wadah untuk saling bertukar informasi dan berbagi cara2 praktis dalam mengelola KP.
Kesenjangan informasi juga sangat dirasakan.
Oleh karena itu saat pertemuan teknis KTT se Indonesia yang di selenggarakan di Bidakara tahun 2012, merekomendasikan salah satunya adalah membentuk tim finalisasi Sistem Manajemen K3 Pertambangan dan membentuk Forum Komunikasi KP.
Dari rekomendasi tersebut maka di tunjuknya 25 orang yang terdiri dari unsur pemerintah, perusahaan tambang, UJP dan konsultan K3, dengan tugas menyelesaikan SMK3P, yang selanjutnya menjadi SMKP dan membentuk forum komunikasi KP, yang selanjutnya terbentuk menjadi APKPI.
Jika melihat dari sejarah terbentuknya APKPI, maka ini adalah sebagai bentuk manisfestasi hasil rekomendasi pertemuan teknis KTT 2012 dan di resmikan saat pertemuan KTT tahun 2013 di Hotel Anggrek Jakarta.
Dengan demikian APKPI adalah organisasi KP yang memang lahir atas kehendak dari seluruh insan pertambangan yang di wakili oleh Para KTT dan Praktisi Keselamatan Pertambangan.
Selanjutnya, sebagai wadah perkumpulan para praktisi Keselamatan Pertambangan sudah tentu perlu mengedepankan informasi2 KP dan penguatan profesi KP dalam misinya.
