Opini

Elang KhaTULIStiwa, Persembahan “Masterpiece” Yudi Arwana untuk Sultan Hamid II

Elang KhaTULIStiwa, Persembahan “Masterpiece” Yudi Arwana untuk Sultan Hamid II

The Grand Master yang menunjukkan kisah sejarah benar-benar peristiwa berulang, namun kebenaran akan bercahaya terang seperti halnya sinar matahari bagi semesta. Walillahil Hamd (Dan hanya kepada Tuhan kami Memuji). Salam Iedul Qurban—Salam Kompak dalam spirit kepahlawanan serta spirit berkurban—probono di mana lahir Elang “Masterpiece” Khatulistiwa di tengah gema takbir-tahlil dan tahmid.

Semoga semua pihak yang menyertai lahirnya lagu heroik dari Bumi khaTULIStiwa untuk Indonesia ini mendapatkan pahala berlipatganda dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Juga bagi yang mendengar, menyanyikan, dan menikmati makna terdalam dari lirik serta nadanya, semoga bersambung sampai Arsy niatnya “Lillahi Ta’ala”.

Semua ini berorientasi mencari Ridho Allah Tuhan Yang Maha Esa–sesuai falsafah Pancasila. Pandangan hidup Bangsa Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Tetap! Via satu jalan satu tujuan semoga pandemi Covid-19 juga dicabut-Nya dari Nusantara dwi warna–NKRI tercinta. Bismillah-Walhamdulillah–Allahu Akbar. *