Opini

Puisi Sang Ustadz

Puisi Sang Ustadz

Oleh karenanya kita mesti berpikir positif. Karena sejatinya ketika puisi-puisi seperti puisi Sang Ustadz dituliskan ini adalah cara halus dan bijaksana memberikan “tamparan”, sehingga tidak perlu yang dikritik kehilangan muka. Bahkan sebaliknya, mestinya berterima kasih karena ada yang mengingatkan dengan cara-cara yang beradab. Cara mengingatkan yang paling halus dan patut adalah dengan sindiran melalui kiasan/analogi. Karena selain tidak menjatuhkan air muka, juga akan lebih menusuk amanah dan pesannya.

Puisi adalah jalan sastra yang merupakan media ampuh dalam mengungkapkan segala kegelisahan dan kemarahan secara konotatif. Dengan simbol, lambang dan kiasan, untuk menyampaikan maksud dan tujuan. Kedalaman maksud berbungkus keindahan diksi dan gaya bahasanya. Dalam bahasa Al Quran ini dikenal perkataan yang baik (kalimat thayibah) yaitu perkataan yang diumpamakan seperti pohon yang akarnya dalam terhunjam di dasar bumi, dan cabangnya menjulang hingga ke langit. Dari pohon tersebut menghasilkan buah pada setiap waktunya. (Qs. Ibrahim:24-25)