”Mari kita satukan 100.000.000 yang tertindas dan mendiami pusat strategi dan lalu lintas seluruh benua Asia dan samuderanya,” Tan menulis.
Tak pelak, buku Massa Actie menjadi bacaan wajib Soekarno, Hatta, Sjahrir, Soekarni, Soebardjo, Hadidjojo Nitimihardjo dan para aktivis pendiri republik lainnya.
Bahkan, seorang pemuda bertubuh ceking berwajah tirus bernama Wage Rudolf Supratman menggubah dan memainkan lagu Indonesia Raya terinspirasi dari bagian akhir buku Massa Actie. W.R. Supratman memasukkan kalimat “Indonesia tanah tumpah darahku” ke dalam lagu Indonesia Raya setelah diilhami bagian akhir dari Massa Actie, pada bab bertajuk ”Khayal Seorang Revolusioner”.
Di situ Tan antara lain menulis, ”Di muka barisan laskar, itulah tempatmu berdiri…. Kewajiban seorang yang tahu kewajiban putra tumpah darahnya.” (Dikutip dari laman FaceBook, 24/11/20)
