Opini

Sawit dan Jalan Kampung Kami

Sawit dan Jalan Kampung Kami

Masalah jalan sebenarnnya menjadi hal rutin di kampung saya jika musim penghujan begini. Jalan kampung yang hanya tanah kuning, menjadi kubangan lumpur yang sulit ditaklukkan. Bahkan jarak jalan yang hanya kurang lebih 13 km memerlukan waktu tempuh seharian berkendara motor. Padahal jika jalan kering hanya membutuhkan waktu tempuh 30 menit.

Jalan becek sekarang sudah dirasakan hingga 23 tahun berlalu. Jalan yang dulu kami lalui saat SD hingga kini masih tetap tanah kuning licin jika musim hujan. Dari jalan dilalui untuk angkut hasil panen padi, hingga berubah untuk angkut sawit kondisinya masih sama.

Bedanya, hanya, dulu jalan yang menjulang tinggi kini sudah agak landai. Bebatuan yang pernah ditabur untuk menutup tanah yang becek pun, menyingkir hilang dan kemudian becek kembali. Walaupun dari hasil penjualan sawit sudah dipotong untuk perawatan jalan. Tapi ya, begitu lagi-begitu lagi. (Penulis adalah Mahasisa S2 Prodi Ilmu Administrasi Publik Fisipol Untan Pontianak)