Opini

Selamat Jalan Pak Max

Selamat Jalan Pak Max

Karena itu saya pun sharing dengan wartawan senior Akcaya lainnya, mendiang Marius Apeh. Om Apeh juga teman sekolah om saya, sama-sama selamat dari letusan bom Jepang di sekolah mereka HCS Kampung Bali atau Jalan Sisingamangaraja sekarang.

Hingg satu hari Pak Max memanggil saya di kantor Akcaya, mulai bercerita tentang pamannya Mendiang Sultan Hamid II.

Maka saya pun mulai cari tahu banyak tentang Hamid, hingga terbitlah tulisan kami bersama Bung Nur Iskandar dkk di tabloid Mimbar Untan, Siapa Perancang Lambang Negara?

Tulisan ini pun saya muat juga di Akcaya, waktu itu kepala desk halamannya Tugio. Dan mendapat respon baik dari kalangan famili Alkadrie, antaranya Almarhum Om Simon atau Syarif Slamat Yusuf Alkadrie.

Begitulah dan seterusnya hubungan komunikasi cukup terjaga baik. Dan dari Pak Max pula saya diberi beberapa catatan tentang Hamid II yang masih saya simpan. Beberapa foto sempat dipinjamkan dan telah diterimanya kembali setelah saya kembalikan.

Max Yusuf orangnya tekun. Memang saya tak mengetahui jauh kiprahnya di jurnalistik, namun saya yakin dia bagian dunia pers Kalbar yang produktif.

Selamat jalan Pak Max, Insya Allah husnul khatimah *