Opini

Selamat Jalan Syech

Selamat Jalan Syech

Berjumpa Syech Ali Jaber bulan Ramadhan empat tahun silam di Hotel Mercure-Pontianak. Beliau juga mengimami shalat Taraweh di Mujahidin. Di sana dia membawakan ayat-ayat Yasin sejak ayat pertama. Di dalam kuliah Ramadhan–Nuzulul Quran–darinya dikupas soal pedoman hidup di mana jika kita umat manusia berpegang teguh kepadanya, maka tidak akan sesat di dunia hingga ke akhirat.

Tak lama berselang saya bersama abangnda HM Nur Hasan bertandang ke Jakarta. Selain sujud tilawah di Mesjid Sunda Kelapa yang sangat makmur dipimpin Muhammad Aksa, kami juga ke kantornya Syech Ali Jaber. Melihat dari dekat sentra dakwah di bawah kepemimpinannya. Selain mendidik tahfidz Quran di kalangan generasi muda, juga memperbanyak wakaf Quran Braille. Quran yang dikhususkan kepada para tunanetra. Baru dengan Syech Ali Jaberlah mushaf Quran Braille massif bagi jutaan tunanetra se-Nusantara…Khairukum man ta’allamal Qurana wa’allahu. Sebaik-baik kamu adalah yang belajar Quran dan yang mengajarkannya. Syech Ali Jaber berdakwah Quran total football…Inspiring to Us.

Di kantor Syech Ali Jaber juga dikembangkan pergerakan haji dan umrah. Bersama Ali Jaber banyak giat dakwah bisa dilaksanakan karena jejaringnya di Mekah dan Madinah tidak diragukan lagi. Beliau juga fasih berbahasa Indonesia. Banyak ulama dari Madinah mukim di Indonesia dengan fasilitasi darinya.