Oleh: Nur Iskandar
Kabar sebelumnya KH Ali Jaber terpapar Covid-19. Syech sempat kritis, namun membaik. Tapi pukul 09.00 pada hari ini, Kamis, 14/1/2021 hafidz Quran sejak kecil di Madinah–Kota Nabi Muhammad SAW–telah tiada. Innaa lillahi wainnaa ilaihi rojiun. Segala sesuatu berasal dari Allah dan akan kembali pula kepada Allah. Dari Sang Pencipta kembali kepada Sang Pencipta. Dari Sang Khalik kepada Sang Khalik. Allah sangat cinta kepadanya, sehingga dipanggil pulang dalam usia belia. Usia Ali Jaber dan saya lebih tuaan saya…
Berjumpa Syech Ali Jaber bulan Ramadhan empat tahun silam di Hotel Mercure-Pontianak. Beliau juga mengimami shalat Taraweh di Mujahidin. Di sana dia membawakan ayat-ayat Yasin sejak ayat pertama. Di dalam kuliah Ramadhan–Nuzulul Quran–darinya dikupas soal pedoman hidup di mana jika kita umat manusia berpegang teguh kepadanya, maka tidak akan sesat di dunia hingga ke akhirat.
Husnul khatimah Syech. Giat dakwah Syech akan terus bertumbuh. Ajal datang tak kenal waktu dan sebab. Tapi kami bersaksi Syech Ali Jaber adalah pejuang dakwah yang luar biasa menginspirasi kawula muda Nusantara. Kami lepas Syech dengan cucuran air mata dan persahabatan dunia-akhirat. Fii riyadhil jannah. Alfatihah…*
