Karena sudah berulang kali mendapat jawaban seperti itu, hilanglah kesabarannya. Ia, dengan nada tinggi, bertanya, “Guru selalu bilang ‘tunggu, lain kali’, ini sudah banyak kali, sungguhnya kapan saya diijinkan mengajar?!”
Si guru menjawab, “Ketika engkau sudah tidak mempunyai keinginan untuk mengajar”
Baca Juga:Mbah Sutarno
Ketika seseorang tidak mempunyai keinginan mengajar(i) orang lain, ia tidak lagi merasa lebih dari orang lain. Dengan perkataan lain, ia menempatkan orang lain sama dan setara.
Dalam posisi sama dan setara, maka tidak lagi banyak kata. Yang ada adalah kerja, kerja, dan kerja.
Bagaimana kita?
Salam hormat dari Pakem Tegal, Yogya.
