Opini

Siapakah Corona?

Siapakah Corona?

Satu per satu nyawa dicabut oleh para Utusan Kasat Mata yang serba cepat ini. Terlebih dahulu nyawa yang tua renta yang dianggap telah paling lama melanglangbuana di kehidupan nan fana ini. Kemudian berpindah ke yang lainnya, yang lebih muda, yang dirasa terlalu lemah daya kekuatan pertahanan tubuhnya. Para nyawa yang melayang ini pun harus berangkat dalam kesendirian jasad tanpa dikelilingi rimbunan keluarga dan massa sekitarnya.

Langit, bumi, dan segala sesuatu yang berada di antaranya kini mulai menampakkan keadaannya yang jauh berbeda. Lebih bersih, terang, dan bercahaya. Polusi mereda dan sampah-sampah berkurang walaupun masih tetap ada diproduksi setiap hari oleh para manusia yang saban hari sibuk makan, minum, menyetir, dan tetap hendak berkarya.

Baca Juga:Reformasi ’98

(Ditambah kini buangan sampah-sampah masker penutup muka yang hanya dipakai sekali ganti saja).

Gerakan para Utusan Kasat Mata ini pasti akan berakhir tentunya. Namun tak ada yang tahu percis kapan waktu itu percisnya tiba. Mungkin setelah para manusia serakah penghuni bumi kecil ini telah merasa lelah dan meminta ampun untuk tiada mengulangi kecerobohannya. Mungkin, namun ‘ntah itu kapan!

Yang jelas, kini para insan pun menyadari pentingnya sinar sang Surya. Yang tak biasa berjemur, mulai berubah perilaku. Kini, setiap pagi, Sang Surya ditatap, dicinta, dan dirasa.