Oleh: Anshari Dimyati
Ketua Yayasan Sultan Hamid II
Banyak yang mempertanyakan bagaimana karakter seorang Sultan Hamid II, Sang Perancang Lambang Negara Garuda Pancasila. Apakah memang seorang yang jahat wataknya? buruk perangainya? atau buruk tindak tanduknya?. Saya memang tak begitu berminat merespon soal perseteruan antara Sultan Hamid II dan Sultan Hamengkubuwono IX, karena sudah seringkali saya jelaskan dalam tulisan saya. Itu soal politik, atau sentimen politik. Dulu dia berkawan lama, sejak sekolah dasar, lalu, siapa yang mengkhianati siapa?.
Lawan politik, bukan musuh politik. Toh, tak ada dendam lama antara mereka. Yang memelihara dendam, saya kira, adalah manusia-manusia hari ini yang mempunyai tendensi terhadap sejarah bangsa kita. Kalaupun ada yang bersedia secara live untuk memperdebatkan hal tersebut. Saya selalu terbuka untuk melayani perdebatan itu. Kami menunggu itu sejak lama!
