Aliran Jabariyyah bertolak belakang dengan aliran Qadariyyah atau Mu’tazilah. Tapi dua-duanya berlebih-lebihan. Jabariyyah berlebih-lebihan pasrah kepada Allah tanpa usaha. Mu’tazilah atau Qadariyyah berlebih-lebihan percaya pada kemampuan manusia mengabaikan doa dan kekuasaan Allah.
Aliran Asy’ariyyah Ahlussunnah Wal Jamaah, Kalau di Indonesia namanya Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyyah, inilah paham moderat atau tawassuth dan tawazun.
Pemahaman dan keyakinan seperti inilah yang cocok dan relevan bagi masyarakat Indonesia dalam menyikapi berbagai masalah bangsa, termasuk masalah wabah virus Corona.
Tidak boleh terlalu panik, terlalu percaya driri, terlalu pasrah, tanpa ikhtiar.
Dalam hadis, Rasulullah SAW. bersabda:
لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ
Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikan itu sendiri. (HR. Tirmidzi dari Tsauban asisten Nabi SAW).
Kita yakin bahwa Allah adalah sumber keselamatan, maka berdoa kepadanya adalah hal mutlak, bahkan dalam hadis ini, keampuhan doa bisa merubah dan menolak takdir. Bahkan dalam hadis lain, disebutkan doa adalah senjata bagi orang beriman. Itulah sebabnya para ulama khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama seringkali mengadakan kegiatan Istigatsah, permohonan doa secara berjamaah beramai-ramai.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan himbauan agar umat islam melakukan Doa Qunut Nazilah dalam shalat.
