Bukannya meningkat, ternyata selama periode 2015 sampai 2017, jumlah tenaga kesehatan di Kalimantan Barat sempat mengalami penurunan yang signifikan. Pada tahun 2015, tenaga kesehatan di Kalimantan Barat mencapai 10.485 yang kemudian berkurang menjadi 9.445 tenaga kesehatan pada tahun 2017. Data tersebut menunjukkan bahwa ada tantangan besar yang dihadapi oleh dokter-dokter dan tenaga kesehatan lain yang mengabdi di bumi khatulistiwa ini. Tantangan itu pula yang akan menjadi tanggungjawab dokter dan dokter muda Universitas Tanjungpura sebagai satu-satunya Universitas di Kalimantan Barat yang melahirkan tenaga kedokteran.
Kedua, berkaitan dengan kesehatan komunitas di Kalimantan Barat. Permasalahan kesehatan komunitas menjadi salah satu masalah yang sulit dihindari karena hal ini berkaitan dengan kesadaran kesehatan masing-masing individu dan komunitas. Beberapa hal yang sering kita jumpai di masyarakat adalah penyakit demam berdarah, infeksi tuberkulosis, penyakit kulit dan gangguan pada sistem pencernaan.
Penyakit yang saya sebutkan di atas seharusnya dapat dihindari jika masyarakat memiliki kesadaran kesehatan yang baik dan mengikuti perilaku hidup bersih dan sehat. Namun, perlu kita sadari bahwa permasalahan kesehatan dalam sebuah komunitas tidak dapat dilihat dari satu sisi saja. Ini adalah permasalahan yang rumit. Perlu adanya penelitian dan analisa lebih mendalam mengenai penyebab permasalahan kesehatan komunitas tersebut dan solusinya pun sangat bervariasi.
