Selain perilaku kesehatan komunitas, kepedulian masyarakat Kalimantan Barat terhadap kesehatan individu perlu diperhatikan. Tingginya Angka Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan contoh permasalahan kesehatan di Kalimantan Barat akibat dari lemahnya kepedulian kesehatan individu. Beberapa PTM yang menjadi fokus adalah diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan penyakit-penyakit pada organ lain seperti jantung, ginjal, pembuluh darah hingga otak yang akan jauh lebih sulit disembuhkan dengan biaya yang tentunya lebih besar. Namun, diabetes dan hipertensi jika diketahui lebih awal akan lebih mudah untuk mencegah dan menghentikan perkembangannya.
Hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 didapatkan persentase penderita diabetes di Kalimantan Barat adalah 0,8% (rerata nasional 1,5%), pada RISKESDAS 2018 persentase tersebut meningkat hingga 1,1% semakin mendekati rerata nasional yaitu 1,5% pada tahun 2018. Persentase hipertensi di Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan menurut RISKESDAS. Pada tahun 2013, persentase hipertensi di Kalimantan Barat berada pada nilai 8,0% dan meningkat hingga 8,6% pada tahun 2018.
