Opini

Tsunami, Gempa Bumi, Pandemi, Kriminalisasi Konstitusi, lalu Apa Lagi…

Tsunami, Gempa Bumi, Pandemi, Kriminalisasi Konstitusi, lalu Apa Lagi…

Setiap kebohongan tercatat. Dosa. Melukai hati rakyat yang berdaulat. Dari suara rakyatlah pejabat terhormat dapat amanat. Kenapa tidak koordinasi? Tidak memberikan contoh transparansi?
Kita ingat pesan orang tua bijak. Setiap kebohongan melahirkan kebohongan berikutnya. Pun kebohongan itu energinya lemah. Sebab Tuhan tidak bersamanya.

Kebenaran energinya kuat. Sebab Tuhan bersamanya.
Apakah kriminalisasi konstitusi membawa kiamat? Ulah tangan tangan manusia sendiri. Sudah jelas Tuhan kasih alamat.

Ayolah bicara yang benar. Jangan bohong. Setiap informasi mudah diverifikasi.

Ayolah transparan. Jangan hanya diam. Nanti rakyat wawancara kursi kosong…sebagai sindiran.

Hanya dengan sedia jujur kita bisa selamat. Jangan banyak kelit. Agar kita semua tidak kiamat. Kita ingin semua selamat. *