in

Tuduh Hoaks–Wartawan Harus Tanyakan Apa Buktinya

mahfud md-cnn indonesia

Oleh: Andreas Harsono

Saya perhatikan beberapa pejabat menuduh, tanpa bukti, bahwa berbagai demontrasi minggu ini ada “aktor intelektual” atau didasarkan pada hoax –seakan-akan puluhan ribu aktivis, buruh, dosen, perempuan, mahasiswa, tokoh adat dst adalah orang bodoh, mudah disetir orang lain.

Wartawan yang bermutu harus bertanya, “Apa buktinya?”

Kalau pejabat tersebut tak memberikan bukti, dalam penulisan berita, harus ditambahkan frasa “tanpa memberikan bukti.”

Di Amerika Serikat, sekedar contoh, tiap kali Presiden Donald Trump menuduh apapun, saking seringnya, selalu ditambahkan frasa “tanpa bukti.” Ini pendidikan penting buat masyarakat.(*Penulis adalah pendiri Yayasan Pantau yang nelatih narrative reporting di Indonesia. Naskah dikutip dari laman FB Andreas Harsono)

Baca Juga:  Idul Fitri 1991-2021

Written by teraju.id

presiden jokowi

Hikmah Omnibus Law: Siapa Pahlawan dan Pengkhianat Negara?

Edho Sinaga

Aktivis Pers Bicara Kritis Soal UU CK / Omnibus Law