Bagian dalam restoran kosong melompong. Semua pengunjung, yang rata-rata anak muda, memilih duduk di luar. Beberapa bahkan mengangkut kursi dari falam restoran ke terras.
Tampaknya restoran ini populer di kalangan anak muda. Mungkin karena suasananya santai dan harganya tidak terlalu mahal. Saya dan istri mengamati daftat harga yang terpampang besar-besar di dinding depannya. Para pelayan yang bekerja di restoran ini pun terlihat belia. Mungkin, pikir saya, mereka mahasiswa yang bekerja parih waktu untuk menambah uang saku.
Saya meraih sebuah buku bersampul kecokelatan di meja di depannya. Berniat melihat-lihat detail menu Bagels & Beans. Kening saya pun berkerut, ketika menyadari buku di genggaman saya ini bukanlah buku menu.
Saya bolak-balik halaman buku itu. Beberapa gambar memenuhi lembarannya. Saya terpana melihat keindahan sketsa-sketsa yang ada di dalamnya. Panorama Belanda, potret, objek-objek sederhana. Semua digambar dengan guratan halus dan detail mempesona.
Saya dan istri kemudian meneruskan perjalanan. Kami menyeberangi Breestraat dan merambah gang kecil Pieterskerk-Choorsteeg yang cantik menawan. Lebarnya mungkin tak lebih dari satu meter. Beberpa toko mungil kami lewati, juga sebuah restoran Cina dan kafe kecil. Saya lihat di kanan kirinya bunga-bunga menjuntai dari pot di lantai atas bangunan-bangunan tua.
