Opini

Wudhu dan Virus Corona

Wudhu dan Virus Corona

Atas dasar hadis inilah, para ulama Fiqh, sepakat bahwa syarat sahnya ibadah shalat adalah wudhu. Oleh karena itu, bagi umat Islam setiap saat hendaklah berwudhu.

Dalam keadaan hadats artinya dalam keadaan sedang kotor. Orang kotor tidak boleh menghadap beribadah kepada Allah. Allah Maha Suci. Allah menerima hambanya dalam keadaan suci.

Berwudhu ini adalah bagian dari pola hidup bersih yang bisa mencegah dan menangkal berbagai virus penyakit, termasuk virus corona, yang penting wudhunya dilaksanakan dengan baik dan benar disertai keyakinan yang kuat. Bahkan air yang dipakai berwudhu adalah air yang suci dan mensucikan (طاهر مطهر)

Seorang Prof. Leopold Werner dari Austria dalam riset penelitiannya berkesimpulan bahwa pusat-pusat saraf yang paling sensitif dari tubuh manusia berada pada dahi, tangan, dan kaki. Pusat saraf inilah yang sangat sensitif terhadap air segar, ketika pusat saraf ini selalu dibasuh dengan air wudhu, maka itu berarti kita menjaga pola hidup memelihara kesehatan dan keselarasan pusat saraf manusia.

Dalam berwudhu, ada empat anggota tubuh yang wajib dibasuh, yaitu wajah, kedua tangan sampai siku, bagian kepala, dan kaki. Mengapa Allah mewajibkan khusus pada empat anggota tubuh ini?