Politik

Memilih Pemimpin Kapuas Hulu

Memilih Pemimpin Kapuas Hulu

Bayangkan, kalau kalah, kemudian dibenci orang sekampung dan kaban semua. Bukankah dia akan menjadi seperti jatuh dan tertimpa tangga? Bayangkan juga kalau menang tetapi mengabaikan etika dan hubungan keluarga, bukankah akan menjadi orang yang terkucil sampai tua-mati, sementara jabatan hanya sekian tahun saja?

Mari ingat warisan nenek moyang kita. Nenek moyang kita sudah mewariskan kearifan: dengan menyampai dan memelihara narasi urang diri’. Orang yang harus diperlakukan sebaik mungkin, seperti memperlakukan diri sendiri. Warisan ini mengajarkan persaudaraan, perhatian dan kecintaan. Sayang sekali jika warisan ini dirusak oleh kepentingan sesaat.

Sampai pada titik ini saya malah menyarankan semua elit Kapuas Hulu duduk bersama, agar kembali merasa sebagai saudara dan agar bisa berdiskusi untuk kemajuan daerah. Diskusikan apa kepentingan dan harapan bersama kita ke depan, bagaimana cara mewujudkannya, siapa yang layak dipercaya, bagaimana potensi-potensi lain ikut bersama dalam pekerjaan memajukan daerah?

Jika toh… umpamanya, sempat terpikirkan bahwa kontestasi ini memberikan harapan popularitas dan keuntungan materi, mari berpikir untuk saling mendukung agar semuanya populer dan mendapatkan bagian (yang halal, tentunya). #AyoBersama