Nasib parpol yang belum menentukan dukungannya, analisa Suryandi tak akan lari dalam bentuk dukungan kepada tiga calon yang sudah ada, yakni Tjai Chui Mie, Abdul Muthalib dan atau Malika Awang Ishak. “Banyak orang yang ingin maju menjadi walikota Singkawang, namun tak cukup tumpangan perahu,” timpalnya seraya menyatakan calon independen juga sulit “tembus” karena ketatnya daya dukung perseorangan.
Menyoal peluang kemenangan dari ketiga kandidat walikota, Suryandi tak mau mengandai-andai. “Kita ikuti dulu hari akhir pendaftaran sampai penetapan balon menjadi calon. Setelah itu kita lihat mesin politiknya. Sebab bisa jadi calon tak masuk hitungan bakal memenangkan suara. Begitupula sebaliknya.”
Sejauh ini menurut pantauan Teraju.Id, peluang besar kemenangan ada pada PDIP karena parpol ini menang mayoritas di Kota Singkawang, PDIP mencalonkan Tjhai Chui Mie sebagai kandidat kuat. Tjhai Chui Mie kendati “diserang” dengan isu poster/kalender “palu-arit” namun tak bergeming. Apalagi laporan kepada polisi dipungkasi dengan tidak adanya bukti pidana tersebut. Dan Tjhai Chui Mie yang anggota Dewan tersebut adalah kandidat walikota pertama perempuan yang berasal dari etnis Tionghoa. Sehingga hal ini adalah “napas” baru dalam perpolitikan di Kota Singkawang.
