Dayat, warga Beting sudah dimakamkan. Doa banyak orang sudah dipanjatkan untuknya. Masalah yang timbul setelah kematiannya juga sudah diselesaikan. Api yang sempat membumbung, sudah padam. Ada komunikasi antar pihak dan kesepakatan untuk menyelesaikan masalah yang muncul dengan baik. Petinggi Kepolisian sudah menjelaskan duduk perkara, dan keluarga Dayat juga sudah rela pada suratan takdir.
Kita mengapresiasi sikap-sikap yang ditunjukkan semua pihak. Kita melihat betapa seriusnya kepolisian menyelesaikan masalah ini. Kita juga melihat betapa sabarnya pihak keluarga menerima kenyataan ini. Pihak-pihak lain juga sudah ikut bersama menyelesaikan masalah, sehingga penyelesaiannya menjadi lebih mudah dan cepat.
Kita berharap sikap-sikap kepedulian dan cepat bertindak, serta sikap kesabaran dan rela pada suratan takdir tetap dipertahankan. Kita berharap sikap-sikap ini dimiliki oleh semua pemegang kekuasaan dan rakyat yang berada di bawah kekuasaan itu.
Dahulu, beberapa tahun lalu kita ingat ada pejabat kepolisian daerah ini pernah menggesa sikap “peduli” kepolisian. Beliau mau polisi peduli terhadap masalah warga. Polisi peduli untuk menyelesaikan laporan warga. Polisi peduli pada tugas pokok dan fungsinya.
Katanya, jika polisi masih peduli, rakyat akan terlindungi dan hukum akan tegak. Kejahatan dan pelanggaran hukum tidak akan meraja lela. Pelaku tidak akan berbuat semena-mena. Ujung-ujungnya polisi akan merasakan dampak positifnya. Mereka dihargai dan dihormati.
