Terajuk Rencana

Pribumi, Kita dan Agenda Besar

Pribumi, Kita dan Agenda Besar

Ya, apa yang terjadi sekarang memang tidak bisa dilepaskan dari kejadian-kejadian sebelumnya. Hiruk pikuk di Jakarta beberapa waktu lalu, gaungnya masih terdengar dan masih tertancap kuat dalam memori publik.

Karena hal itu harap maklum bahwa konteks itu ikut memberi makna terhadap kata “pribumi ” yang dituturkan Anies. Makna kata asal, bergeser, dipengaruhi konteks perseteruan antar kubu, sebelumnya.

Dari sisi linguistik, pemaknaan dan perubahan makna seperti ini bisa dipahami dan dijelaskan. Hal seumpama itu bisa terjadi. Makanya secara awam dikenal ada makna dasar dan makna tambahan. Ada makna konotatif dan denotatif. Ada makna bahasa dan makna istilah.

Tetapi di balik “kebolehan” pemahaman makna seperti ini, kita perlu menyadari bahwa sekarang ini kita telah sangat sensitif. Kita sering dan akan sering menjumpai orang-orang dengan pemaknaan baru yang berbeda. Kadang-kadang seperti mencari pasal –kata orang Melayu.

Menghadapi orang dan situasi seperti itu merupakan pekerjaan besar kita. Kita harus berbuat sesuatu agar semua itu tidak menjadi akumulatif lalu memunculkan ledakan. Mari! (*)