Travel

Masjid Batu, Embung Parong. Sui Bemban, Kec Kubu

Masjid Batu, Embung Parong. Sui Bemban, Kec Kubu

Menuju Embung Parong kami harus melewati jalan yang lebarnya kira-kira sekitar 1 meter yang semakin menjuah semakin mengecil. Listrik di desa ini sudah masuk meski berada jauh dari penyeberangan very. Hampir setiap rumah yang kami lewati bergantungan buah pinang, karena pinang adalah salah satu mata pencaharian masyarakat di sini, selain sawit, dan padi. Tak ada tulisan Kec. Teluk Pakedai kutemukan di setiap plank yang kami lewati. Ternyata kami salah alamat, ini bukan Kec. Teluk Pakedai, melainkan Kec. Kubu.

Sampai di Embung Parong, tidak ada satu pengunjung pun yang kami temui kecuali seorang laki-laki yang mungkin bertugas menjaga tempat wisata tersebut. Ia duduk di sebuah pos yang berada di atas satu tingkat jalan yang menuju tugu batu yang bertuliskan “Selamat datang di Embung Parong” dengan tulisan berwarna biru dan di sampingnya terdapat lambang yang berbentuk seperti kaki hampir persis dengan cap kaki tiga. Tak ada yang dapat ditanya makna lambang tersebut.

Embung Parong memang sangat indah. Kami disungguhkan serasa di Tembok Raksasa karena jembatan dan dinding jalan yang berupa tembok apalagi bendungan air yang membiru terkena pantulan langit menambah nikmat pemandangan meski sedikit menyeramkan karena di sebelah kanan terdapat pohon-pohon mati yang masih berdiri dengan tegak.