Sekitar pukul 12 wib kami kembali ke Sui. Bemban karena tujuan kami bukan hanya berkunjung ke Embung Parong melainkan untuk ke Air Terjun dan juga Masjid Batu. Di perjalan kami menemukan sebuah plank berwarna hijau dengan tulisan “Makam kerajaan Ambawang Pasir Putih”. Lagi-lagi penasaran menghantui karena kami masih belum bisa menemukan narasumber yang bisa menjawab semua pertanyaan yang mulai menggumpul di kepala, toh di sini Sui. Bemban, kok ada makam kerajaan Ambawang?
Selesai salat Zuhur kami berangkat ke air terjun. Kami harus melewati persawahan orang di desa tersebut. Tak banyak yang bisa dibanggakan dari air terjunnya karena memang air sedang kecil lagi musim kemarau. Tak lama kami melanjutkan perjalanan ke Masjid Batu yang searah dengan jalan pulang.
Masjid Batu, kata mereka batu yang disusun seperti masjid. Menurutku, lebih tepatnya batu besar yang sepertinya akan dijadikan satu bangunan tetapi gagal sehingga tidak bisa diprediksikan bentuknya, yang pasti aku hanya bisa menemukan bentuk tangan kanan tergenggam yang menelungkup di puncak susunan batu tersebut, yang lebih menyayat penasaran ialah terdapat tulisan di bawah batu yang bertuliskan, “Pemilik Supardi 2013”. Tak ada yang bisa ditanya, tidak ada narasumber yang bisa memberikan jawaban, sedang senja sudah menampakkan jingganya memaksa kami membawa pulang rasa penasaran tersebut.
