Travel

Seminggu di Negara Malta

Seminggu di Negara Malta

Karena banyaknya bangunan kuno, maka negara Malta hingga kini pun bagaikan museum hidup. Di mana-mana bangunan tua nan megah dan kuat. Juga tembok-tembok berbatu tua. Serta rumah-rumah susun tua yang dibangun di atas perbukitan berbatu-batu.

Tak heran, sejak 2018 secara resmi tiga tempat di Malta (termasuk keseluruhan wilayah ibu kota Valletta) masuk ke dalam daftar Warisan Budaya UNESCO.

Jika kembali lagi berlibur ke Malta, terutama antara Juli – Agustus – September, pasti akan saya bawa payung, sebagai pelindung dari sinar matahari terik. Topi saja terasa tidak cukup. Sama seperti jika berjalan kaki siang hari di pulau Bali yang sinar mataharinya tak kalah galak menggigit.

(Malta, 6 – 13 September 2020)

Catatan: Ya, nama “Malta” adalah nama pulau dan sekaligus nama negara juga.

*Penulis adalah kontributor teraju.id, mengajar di Hamburg University Jerman