Bisa dibayangkan, negara Malta adalah gurun tandus tanpa rimbun pepohonan. Seperti halnya negara-negara di Timur Tengah. Yang bertahan hanya kaktus dan satu dua pohon lainnya.
Namun warna biru dan hijau turki air lautnya di seantero negeri yang memisahkan ketiga pulau sangatlah membuat negeri ini cantik. Sehingga secara bergantian telah menggoda para tentara kolonial: Roman, Ottoman, Prancis, dan Inggris.
Sekarang Malta menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis mancanegara. Sejarah, perairan bersih, dan sinar matahari lebih dari cukup. Negara kepulauan kecil ini tepatnya berlokasi di antara pantai Sicilia dan pantai Afrika Utara. Wilayahnya termasuk kawasan Uni Eropa.
Minum kopi di Malta jauh lebih murah daripada di Jerman. Rasa kopi Cappuccino atau apa pun sungguh nikmat. Kopi sungguhan ala Italia. Pizza dan Salat pun nikmat, ala Italia juga. Santapan utama adalah ikan segar. Hasil tangkapan dari Laut Tengah.
Pengaruh Italia memang sangat besar di Malta, termasuk agama, bahasa, makanan, dan sebagian karakter orang-orangnya. Terutama karena lokasi keduanya yang berdekatan.
Sekitar 365 gereja Katolik tersebar di seluruh negeri. Kebanyakan berada di atas bukit atau tempat tertinggi. Bertengger di antara candi-candi besar berbatu dan berbata tangguh dari era megalitikum. Gereja-gereja besarnya berkubah dan berminaret. Selintas mirip mesjid-mesjid tua.
