teraju.id, Pontianak – Setelah menjadi trending topik nasional pasca Agama Akal-TV mengunduh pernyataan Mantan Kepala BIN Prof Dr Hendropriyono (YouTube, 11/6/20) disusul laporan dari Kesultanan Qadriyah atas komentar “pengkhianat negara” ke Mapolda (12/6/20) serta konferensi pers Yayasan Sultan Hamid (13/6/20) serta Webinar Terbuka mengenai Sultan Hamid Pengkhianat atau Pahlawan Negara, Prof Dr Anhar Gonggong (Wakil Ketua Dewan Gelar) menjawab dalam webinar Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) apa pendapatnya soal Sultan Hamid. Unggahan FB Prof Anhar Gonggong itu hingga, Jumat (26/6/20) mendapatkan 380 komentar dan 442 kali dibagikan.
Dalam laman FB itu komentar bernada pujian kepada Prof Anhar Gonggong langsung dijawab, sedangkan yang bernada “kritis” di mana mereka merujuk data, fakta serta analisanya tidak dijawab. Ada satu dua yang dijawab dengan pahit, seperti, “Anda terlalu subjektif kepada Hamid.”
Laman FB Prof Anhar itu adalah: https://www.facebook.com/anhar.gonggong.9. Komentar yang tanpak di bagian muka jika dicopy sebagai berikut (Catatan: untuk membaca koemntar selengkapnya Anda disarankan mengunjungi laman FB bersangkutan) demi mendapatkan objektivitas seratus persen):
Komentar
Avicena Albiruni
Maksud Sejarawan, kalo mau jadi Pahlawan.. Harus jadi Kawan Penjajah Jepang… Jangan Penjajah Belanda….. huahahahhaha …
Avicena Albiruni
PAK GONGGONG, ANDA KAN SEJARAWAN…. COBAK BICARA & Jelaskan INI DULU SAMA ORANG AWAM… APA MAKSUDNYA…??? LOL
