teraju.id, Pontianak – Pada saat Seminar Nasional Green Waqf di hari Jumat, 30 Januari 2026, ini masa nostalgia sama Abang kandung sendiri, HM Nur Hasan, SE yang kerap disapa di kolega Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin sebagai Tok Ya, kami berjumpa kembali–foto bersama di Gedung Rektorat Lt3 Universitas Tanjungpura.
Sebelumnya, kami juga foto bersama di tahun 1993–33 tahun lalu–peluncuran buku biografi H Mawardi Dja’far dengan penerbit Untan University Press. Saat itu foto bersama editor Prof Dr Syarif Ibrahim Alkadrie dan anggota penulis Syafarudin Usman MHD–kini Ketua DHD 1945 Kalimantan Barat. Kali ini dalam Seminar Nasional Green Waqf, kami foto bersama ulama Selangor, Direktur Eksekutif KDEKS Kalbar Prof Dr H Eddy Suratman, Prof Dr KH Wajidi Sayadi, dan Brigjen Pol Purn H Andi Musa, SH, MH serta Ketua Badan Wakaf Indonesia Pusat Dr KH Tatang Astarudin, S.Ag, M.Si. Rasanya memori berputar ke-33 tahun yang lalu. Dan waktu 3 dasawarsa itu terasa baru saja terjadi. Dejavu.
Kami lima bersaudara dan hanya kami berdua anak laki-laki. Tiga perempuan. Si Abang kelahiran 1970 dan saya 1974. HM Nur Hasan disapa Tokya dan saya Tok Yess.
*
