Community

Teluk Air, Jejak Alam yang Me-Restart Diri

Teluk Air, Jejak Alam yang Me-Restart Diri


Oleh: Noviansyah

Teluk Air terhitung dekat dari dermaga Batu Ampar. Jarak tempuh hanya sekitar 25-30 menit menggunakan “taxi air”.

Taxi air merupakan istilah untuk sampan dengan dengan mesin tempel robin yang populis bagi masyarakat sekitar. Si pengemudi mengatakan, disebut taxi air supaya lebih “modern dan keren” saja layaknya Gojek, Grab atau Maxim sebagai provider jasa angkutan darat.

Kami menggunakan taksi ketika datang ke kampung ini. Ketika kami mendekati dermaga/steher, aktivitas warga dusun Telok Air tidak tampak sibuk. Mereka duduk bercengkrama dengan keluarga dan tetangga sembari mengawasi anak-anaknya mandi di musim air pasang. Si kecil saling tertawa dengan sebayanya di atas pelampung sisa ban dalam yang lainnya menyelam sambil memasang mata tajam mencari belangkas atau mimi (hewan unik, pipih dalam dunia biota laut dikenal dengan nama kepiting ladam atau pari kepiting). Tak nampak sedikitpun kecemasan di mata orang tua dan anak-anak mereka akan penyebaran Covid-19 yang sedang heboh luar biasa di luar sana. Memang belum ada terdengar kabar dari masyarakat setempat bahwa ada warga sakit dengan gejala covid-19 di Teluk Air saat ini.