Community

Teluk Air, Jejak Alam yang Me-Restart Diri

Teluk Air, Jejak Alam yang Me-Restart Diri

Pekerjaan sebagai pekerja dapur arang ini sempat bergeser mulai tahun 1980-an hingga 1990-an karena masyakarat lebih tergiur dengan membangun asrama-asrama, rumah petak kontrakan bagi buruh pabrik/somel/pete dan merobohkan bangunan dapur arang mereka. Jadilah sebagian warga sebagai pemilik kontrakan dan toko-toko sembako/ warung.

Transisi peralihan mata pencarian semula dari petani dapur arang menjadi pengusaha kontrakan bukan pilihan sulit bagi warga saat itu, malah ini diangap sebagai peluang emas. Berduyun-duyun para pendatang berlabuh di tanah pulau Teluk Air dengan harapan baru untuk sukses merubah diri menjadi lebih sejahtera secara ekonomi. Ramai dan penuh hiruk pikuk suara radio dan tape terdengar dari muka rumah sebagai salah satu sarana hiburan malam dari penat bekerja para buruh, sesekali terdengar bercampur dengan selingan suara mesin-mesin pabrik/somel.