Pada awalnya mata pencarian utama masyarakat dusun Teluk Air sebelum hadirnya pabrik/somel/pete sebagai petani dapur arang. Mata pencarian ini sebenarnya usaha mengelola proses pembuatan arang dapur sebagai bahan pengganti BBM (bahan bakar minyak) untuk memenuhi kebutuhan memasak rumah tangga hingga untuk memenuhi kebutuhan ekspor hingga keluar negeri.
Pekerjaan warga dusun Teluk Air di dapur arang ini pun sebenarnya sangat unik apabila dilihat dari proses pengolahannya. Dikatakan unik karena menggunakan sistem teknologi sederhana dan akurat. Dibangun di atas tanah keliling bangunan berukuran 8-12 meter persegi berbahan dasar tanah liat, batu bata merah, dilengkapi dengan saluran pembuangan asap/uap panas, didesain dengan tungku pembakaran dan sisi pintu sebagai indikator kematangan arang (kesiapan arang untuk dipaket).
Dari segi bentuk terlihat menyerupai bangunan rumah orang Eskimo, Igloo. Hanya saja Igloo berbahan dasar es. Teknologi ini sebenarnya merupakan warisan turun temurun dari datok nenek masyarakat Teluk Air Kecamatan Batu Ampar. Sementara ini, belum ditemukan referensi akurat siapa yang memulai teknologi dapur arang ini, dari mana asal teknologi ini bermula.
