in

Curhat Seorang Paskas

KH Lukmanul Hakim

Oleh: KH Lukmanul Hakim

Hmm..PASKAS diawal mengenalnya jujur aku ogah ikut..
Malas banget bergabung bersama mereka setiap
aku diajak ikut kegiatan Paskas aku bilang;
“Maaf banget aku ada acara penting”
“Maaf lagi sibuk, sibuk ini sibuk itu”

Dalam pikiranku…
*Paskas ini adalah kumpulan pengangguran yang tak sibuk dan tak banyak kerjaan
*Koq mau mauya berpanas panas antar beras,mikul beras,tak digaji sepeser pun mending waktuku dipakai cari duit
*Apalagi si emak emak paskas muka sudah terbakar matahari tapi koq santai santai aja

Abang kakak setelah diawal mencoba masuk di PASKAS aku baru tau faktanya dengan melihat sendiri bagaimana Si Emak PASKAS yang tersenyum meski sy tau dia cpe naik turun mobil lalu angkat beras mereka masih ada waktu duduk menemani anak anak yatim dan penghafal Al Quran itu,

Kulihat sosok emak emak PASKAS yang masih berpeluh itu bertanya kepada santri
“Apakah mereka sudah makan atau belum?”
“Bagaimana keadaan mereka?”
“Sudah sampai dimana hafalan mereka?”
Selesai santri itu menyetor hafalan Al Quran Si emak PASKAS itu memeluk santri akhwat dengan penuh kasih sayang

Baca Juga:  PASKAS JOGJA, ISTIMEWA

DAN…..hati ini meleleh😭😭😭😭

Aku hampiri sosok emak PASKAS itu dan bertanya WHY? yang menumpuk dikepalaku
Emak PASKAS itu menjelaskan spirit yang sedang membara dalam dada mereka katanya “Seperti yang sering di ingatkan oleh Gurunda Ustadz Luqmanul Hakim-Jika kita belum mampu menghafal Al-Qur’an, maka bantulah adik-adik dan para ustadz yang sedang berjuang untuk menghafal Al-Qur’an. Bantu dengan apa yang bisa kita bantu.
Dengan bantu ngurus infaq beras, bantu antar dan mikul beras di akhirat nanti adik-adik yang Abang kakak PASKAS urus, beri makan ini bersaksi di hadapan Allah bahwa Abang kakak PASKAS inilah yang setiap bulan ngantar beras untuk mereka makan dan menjadi energi untuk mereka menghafal Al-Qur’an”

DAN kembali hati sy meleleh 😭😭😭
Ternyata mereka yang emak emak,abang kakak PASKAS itu tuh yang mukanya rela terbakar matahari,rela diguyur hujan antar beras mereka juga ternyata jadi sosok IBU,sosok AYAH,sosok ABANG yang hatinya tulus utk memuliakan anak yatim dan penghafal Al Quran

Baca Juga:  Haji Ismail Mundu dan Sultan Hamid II Alkadrie

Ternyata aku salah…
~Aku baru tau ternyata mereka adalah orang-orang yang rela meluangkan waktu, bukan di waktu luang.. seperti aku
~Ternyata mereka melakukan itu karena hanya mengharap ridhoNYA
~Ternyata mereka sedang mempersiapkan bekal terbaik untuk akhiratnya

Curhat diatas adalah nyata pengalaman pribadi admin salah satu PASKAS SOPPENG,dan dengan ijinNYA cerita itu kembali berulang ketika si admin telah menjadi sosok emak PASKAS SOPPENG

*Terima kasih Yaa Allah atas nikmat ber-PASKAS ini,bersyukur Allah masih mau menggunakan tenaga,diri ini untuk menjadi jembatan menolong agamaNYA😭😭
*Terima kasih kepada ibunda dan ayahandaku serta suamiku yang ridho istrinya keluar rumah mengurus agama Allah,mencoba menjadi jembatan untuk ummat
*Terima kasih kepada gurunda kyai Lukmanul Hakim,berserta gurunda gurunda PASKAS lainnya
*Terima kasih ustadz Daeng Awal telah menjadi jembatan pertamaku mengenal PASKAS
*Terima kasih kepada srikandi Infaq Beras Bulukumba bunda Nadia sudah mensuport dengan semangat yang luar biasa
*Terima kasih kepada tim gerakan infaq beras soppeng yang senantiasa solid membersamai gerakan ummat ini

#JauhDimatadekatdalamdoa

#Bersaudarasampaisurga

#SampaijumpadiBaitullah

Written by teraju.id

keseimbangan

Kita Butuh Keseimbangan

WhatsApp Image 2020 10 11 at 14.24.17

Mengenang Papa Herry Hanwari