Opini

Melihat West Borneo Abad XVIII di Leiden

Melihat West Borneo Abad XVIII di Leiden

*Syafaruddin Daeng Usman

Suatu hari beberapa minggu belum lama ini, saya dan istri dan beberapa orang sahabat, berkunjung ke Leiden. Dari Amsterdam kami menuju ke sana. Kepada seorang petugas informasi di stasiun kereta api di sana saya bertanya dengan bahasa Belanda yang lumayan saya mengerti dan dapat gunakan.

“Wij willen graag van Amsterdam Centraal naar Leiden. Welke trein moeten wij nemen?” tanya saya. Dengan santun petugasnya yang seorang perempuan muda dan cantik menjawab, “U kunt de Intercity naar Den Haag Centraal nemen. Die vertrekt over een half uur van perron 13a”, jawabnya. Dia memaksudkan, kami dapat menggunakan KA Intercity yang akan berangkat setengah jam lagi dari peron 13a di situ.

Dari Amsterdam siang itu kami menumpang kereta api tujuan Scheveningen, dan kami turun di Leiden Centraal. Leiden inilah kota yang kami tuju untuk datangi pada siang itu.

Leiden, Holland. Aku datang ke sini bukan sekadar berwisata. Aku datang untuk memburu jejak Pontianak, Landak, dan Kalimantan Barat atau West Borneo yang tinggal dan tersimpan ratusan tahun di rak-rak Eropa ini.

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *