Oleh: Yusriadi
Kamis (15/2/18) kemarin saya kebetulan singgah di lapak kelapa muda di pinggir jalan ujung Kota Baru. Kebetulan karena saya singgah tanpa rencana.
Lapak itu menjual kelapa muda. Satu di antara banyak lapak kelapa muda di ujung jalan ini.
Karena banyak pilihan untuk mendapatkan kelapa muda maka sampai kemarin barulah saya singgah di sini.
Sebenarnya lapak ini sudah saya ketahui sejak lama. Kehadirannya cukup mencolok. Saya ingat lapak ini satu-satunya penjual kelapa muda yang nyentrik.
Lapak ini ada merknya: Pak Mude. Ada semacam kain rentang yang dipajang di bagian depan, di pinggir jalan.
Selain tulisan Pak Mude, ada gambar orang sedang membelah kelapa.
Ketika saya singgah kemarin, saya yakin ini lapak keren. Penjualnya kategori orang hebat.
Selain rentang itu, penjualnya, seorang lelaki tangkas, juga membuat pantun. Ada dua pantun berbahasa Melayu dipasang di pagar samping kiri lapak.
Hebatnya lagi cara dia melayani.
Kelapa-kelapa itu ditempatkan di tempat khusus. “Kelapa saya terlindungi biar ndak kena panas. Kelapa itu mengandung gas, kalau kena panas jadi agak asam,” katanya.
